Selasa, 15 April 2014

Pengertian,Karakteristik,dan langkah-langkah metode ilmiah

Metode ilmiah

    Merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Jadi, bila kita menjabarkan lebih luas dari metode ilmiah adalah suatu proses atau cara keilmuan dalam melakukan proses ilmiah (science project) untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Cara untuk memperoleh pengetahuan atau kebenaran pada metode ilmiah haruslah diatur oleh pertimbangan - pertimbangan yang logis (McCleary, 1998).

 Karakteristik

   Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan; pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan/atau perhitungan yang cermat. Proses pengukuran dapat dilakukan dalam suatu tempat yang terkontrol, seperti laboratorium, atau dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau dimanipulasi seperti bintang atau populasi manusia.
     Proses pengukuran sering memerlukan peralatan ilmiah khusus seperti termometer, spektroskop, atau voltmeter, dan kemajuan suatu bidang ilmu biasanya berkaitan erat dengan penemuan peralatan semacam itu. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam tabel, digambarkan dalam bentuk grafik, atau dipetakan, dan diproses dengan perhitungan statistika seperti korelasi dan regresi. Pengukuran dalam karya ilmiah biasanya juga disertai dengan estimasi ketidakpastian hasil pengukuran tersebut. Ketidakpastian tersebut sering diestimasikan dengan melakukan pengukuran berulang atas kuantitas yang diukur.
      Beberapa karakteristik metode ilmiah :
  • Bersifat sistematik, artinya suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutas sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks. 
  • Bersifat kritis, analistis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk pemecahan masalah. 
  • Bersifat logis, artinya suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bisa dengan prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus), atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum. 
  • Bersifat obyektif, artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula. 
  • Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan dengan pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. 
  • Bersifat empiris, artinya metode yang digunakan didasarkan pada fakta di lapangan. 
  • Bersifat replikatif, artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus di uji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variable menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.
Langkah - langkah Metode Ilmiah
  1. Menyusun Rumusan Masalah 
  2. Menyusun Kerangka Teori 
  3. Merumuskan Teori 
  4. Melakukan Eksperimen 
  5. Mengolah dan Menganalisis Data 
  6. Menarik Kesimpulan 
  7. Memempublikasikan Hasil

Menyusun Rumusan Masalah

Hal-hal yang harus diperhatikan: 
  1. Masalah menyatakan adanya keterkaitan antara beberapa variabel atau lebih. 
  2.  Masalah tersebut merupakan masalah yang dapat diuji dan dapat dipecahkan. 
  3. Masalah disusun dalam bentuk pertanyaan yang singkat, padat dan jelas.
Menyusun Kerangka Teori
  Mengumpulkan keterangan-keterangan dan informasi, baik secara teori maupun data-data fakta di lapangan. Dari keterangan-keterangan dan informasi tersebut diperoleh penjelasan sementara terhadap permasalahan yang terjadi.
 
Penarikan Hipotesis
     Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap suatu permasalahan. Penyusunan hipotesis dapat berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan oleh orang lain. Dalam penelitian, setiap orang berhak menyusun Hipotesis.

 Pengujian Hipotesis
       Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara menganalisis data. Data dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya melalui percobaan atau eksperimen. Percobaan yang dilakukan akan menghasilkan data berupa angka untuk memudahkan dalam penarikan kesimpulan. Pengujian hipotesis juga berarti mengumpulkan bukti-bukti yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat bukti-bukti yang mendukung hipotesis.

sumber:

Selasa, 25 Maret 2014

PENALARAN, PROPOSISI, INFERENSI & IMPLIKASI, WUJUD EVIDENSI, CARA MENGUJI DATA, CARA MENGUJI FAKTA, CARA MENGUJI AUTORITAS

II. PENALARAN

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang  abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.
Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.

Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.

  • PROPOSISI
Proposisi adalah “pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh, serta mempunyai nilai benar atau salah, dan tidak boleh kedua-duanya”.
Maksud kedua-duanya ini adalah dalam suatu kalimat proposisi standar tidak boleh mengandung 2 pernyataan benar dan salah sekaligus.
Rumus ketentuannya :
Q +  S  +  K  +  P
Keterangan :
Q : Pembilang / Jumlah
(ex: sebuah, sesuatu, beberapa, semua, sebagian, salah satu, bilangan satu s.d. tak terhingga)
Q  boleh tidak ditulis, jika S (subjek) merupakan nama dan subjek yang pembilang nya sudah jelas berapa jumlahnya :
a. Nama (Pram, Endah, Ken, Missell, dll)
b. Singkatan (PBB, IMF, NATO, RCTI, ITC, NASA, dll)
c. Institusi (DPRD, Presiden RI, Menteri Keuangan RI, Trans TV, Bank Mega, Alfamart, Sampurna, Garuda Airways, dll)
S : Subjek adalah sebuah kata atau rangkaian beberapa kata untuk diterangkan atau kalimat yang dapat berdiri sendiri (tidak menggantung).
K : Kopula, ada 5 macam : Adalah, ialah, yaitu, itu, merupakan.
P : Kata benda (tidak boleh kata sifat, kata keterangan, kata kerja).

  • INFERENSI & IMPLIKASI
Pengertian inferensi
Inferensi adalah suatu proses penarikan konklusi dari satu atau lebih proposisi.  Ada dua cara yang bisa ditempuh dalam inferensi yaitu inferensi induktif dan inferensi deduktif.  Inferensi deduktif terdiri atas inferensi langsung dan inferensi tidak langsung (inferensi silogistik). Inferensi langsung adalah penarikan konklusi hanya dari sebuah premis. Ada jenis lima penalaran langsung yaitu : inversi,konversi,obvesrsi,kontraposisi,dan oposisi 
Inversi adalah penalaran langsung dengan cara dengan menegasikan subjek proposisi premis dan menegasikan atau tidak menegasikan baik subjek maupun predikat proposisi premis, maka inversi itu disebut inversi lengkap. Inversi dilakukan dengan menegasikan subjek proposisi premis, sedangkan predikatnya tidak dinegasikan, maka inversi itu disebut inversi sebagian. 

Pengertian implikasi
Implikasi dapat merujuk kepada:
Dalam manajemen:
- Implikasi Prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
- Implikasi Kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan
Dalam logika:  
- Implikasi Logis dalam logika matematika
- Kondisional material dalam falsafah logika
Jadi definis implikasi dalam bahasa indonesia adalah keterlibtan atau keadaan terlibat 
Contoh : implikasi manusi sebagai objek percobaan atau penelitian semakin terasa manfaat dan kepentinganya.
 
  • WUJUD EVIDENSI
Yaitu Unsur yang paling penting dalam suatu tulisan argumentatif adalah evidensi. Pada hakikatnya evidensi adalah semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas, dan sebagainya yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran. 
 
Fakta dalam kedudukan sebagai evidensi tidak boleh dicampur-adukkan dengan apa yang dikenal dengan pernyataan dan penegasan. Pernyataan tidak berpengaruh apa-apa pada evidensi, ia hanya sekedar menegaskan apakah suatu fakta itu benar atau tidak. Fakta adalah sesuatu yang sesungguhnya terjadi, atau sesuatu yang ada secara nyata.  
 
  • CARA MENGUJI DATA
Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. 
Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.(Observasi,Kesaksian,Autoritas) 
 
  • CARA MENGUJI FAKTA 
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang diperoleh adalah fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut ada dua tingkat. Yang pertama untuk meyakinkan bahwa semua bahan data tersebut adalah fakta. Yang kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil. Cara menguji fakta ada dua yaitu :  
1.     Konsistensi
2.     Koherensi

  • CARA MENGUJI AUTORITAS
Menghidari semua desas-desus atau kesaksian, baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental. Ada beberapa cara sebagai berikut :
       
      1. Tidak mengandung prasangka
pendapat disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli atau didasarkan pada hasil eksperimen yang dilakukannya.

      2. Pengalaman dan pendidikan autoritas
Dasar kedua menyangkut pengalaman dan pendidikan autoritas. Pendidikan yang diperoleh menjadi jaminan awal. Pendidikan yang diperoleh harus dikembangkan lebih lanjut dalam kegiatan sebagai seorang ahli. Pengalaman yang diperoleh autoritas, penelitian yang dilakukan, presentasi hasil penelitian dan pendapatnya akan memperkuat kedudukannya.

      3. Kemashuran dan prestise
Ketiga yang harus diperhatikan adalah meneliti apakah pernyataan atau pendapat yang akan dikutip sebagai autoritas hanya sekedar bersembunyi dibalik kemashuran dan prestise pribadi di bidang lain.     

      4. Koherensi dengan kemajuan
Hal keempat adalah apakah pendapat yang diberikan autoritas sejalan dengan perkembangan dan kemajuan zaman atau koheren dengan pendapat sikap terakhir dalam bidang itu.
 
sumber:
 
 
 
 

 
 

Selasa, 18 Maret 2014

Kalimat Efektif , Alinea , Kutipan dan Daftar Pustaka

I. Kalimat Efektif
Adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehhingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.
  • Syarat :
1. Secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya
2. Mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya
  • Ciri - ciri :
1. Kesepadanan, contohnya : Budi (S) Pergi (P) ke Kampus (KT)
2. Kecermatan dalam pemilihan dan penggunaan kata
3. Kehematan
4. Kelogisan
5. Kesatuan atau kepaduan
6. Kepararelan atau kesejajaran
7. Ketegasan

- ALINEA
 Adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat.
  •  Tujuan Pembentukan Alinea :
- Memudahkan pengertian dan pemahaman dengan menceraikan suatu tema dari tema yang lain. Oleh sebab itu alinea hanya boleh mengandung satu tema.
- Memisahkan dan menegaskan perkataan secara wajar dan formal, untuk memungkinkan kita berhenti lebih lama dari pada perhatian pada akhir kalimat. Dengan perhentian yang lrbih lama ini, konsentrasi terhadap tema alinea lebih terarah.

- KUTIPAN
  Kutipan adalah suatu kata yang mungkin semua orang belum tahu apa maksudnya. Kutipan juga merupakan suatu gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya. 

  • Contoh Kutipan :
  1. Kutipan Langsung
    Berkenaan dengan kegiatan pembalakan liar (illegal logging), seorang tokoh masyarakat mengatakan bahwa ”kegiatan illegal logging di wilayah ini sudah sangat parah, dan upaya untuk membasminya seperti menegakkan benang basah” (Suparlan, wawancara, 21 Juli 2007).
  2.  Kutipan Tidak Langsung

    Gelombang demokratisasi yang ada di dunia ini bisa dibagi menjadi tiga periode, yakni demokratisasi gelombang pertama yang berlangsung antara 1828-1926, demokratisasi gelombang kedua yang terjadi antara 1943-1962, dan demokratisasi gelombang ketiga yang dimulai dari tahun 1974 sampai tahun1990-an (Huntington 1991). Mengingat sekarang masih banyak rejim-rejim otoriter, apakah akan ada gelombang demokratisasi keempat?
 - DAFTAR PUSTAKA
    Daftar Pustaka yaitu suatu daftar yang berisi semua sumber bacaan yang digunakan sebagai bahan acuan dalam penulisan karya ilmiah seperti Makalah, Skripsi, Tugas Akhir, Laporan, Thesis,dan penelitian.  

  • Cara Membuat Daftar Pustaka :
Adapun beberapa ketentuan serta aturan cara Penulisan Daftar Pustaka yang baik dan benar yaitu : 
 
- Bagi penulis yang menggunakan marga/keluarga , nama marga/keluarganya ditulis terlebih dahulu, sedangkan untuk penulis yang tidak menggunakan nama marga / keluarga , diawali dengan penulisan nama akhir / belakang kecuali nama Cina. - Gelar kesarjanaan penulis tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka. 
- Judul buku dicetak miring atau digarisbawahi pada setiap kata, jadi tidak dibuat garis bawah yang bersambung sepanjang judul. 
- Baris pertama diketik mulai ketukan pertama sedangkan baris kedua dan seterusnya diketik mulai ketukan ke-7. 
- Jarak antara baris satu dengan baris berikutnya satu spasi. 

Kamis, 12 April 2012

MANUSIA MENCIPTAKAN KEINDAHAN

Mengapa manusia menciptakan keindahan?

Keindahan adalah sesuatu yang mendatangkan rasa sedang bagi yang melihatnya (Leo Tolstoy, pujangga Rusia).
Keindahan adalah sesuatu yang mendatangkan rasa senang (Humo, pujangga Inggris).
Keindahan adalah sesuatu yang paling banyak mendatangkan rasa senang (Hemsterhuis, pujangga Belanda).
Keindahan adalah susunan yang teratur dari bagian yang erat antara satu dengan lainnya (Baumgarten, pujangga Jerman).
Keindahan adalah sesuatu yang memiliki proporsi yang harmonis (Shaftesbury, pujangga Jerman).
Keindahan adalah keserasian obyek dengan tujuannya (Emmanuel Kant).

Bayangkan jika kita hidup tanpa adanya keindahan. Bukankah hidup ini akan tidak berwana dan sangat membosankan??. Jawabannya sudah tentu "ya", hidup yang di jalankan manusia di bumi tentunya akan sangat tidak nyaman. Keindahan yang diciptakan manusia sudahlah tentu untuk memberi warna di kehidupan manusia yang cenderung penuh dengan kesibukan yang padat.

Keindahan yang diciptakan manusia dapat berupa apa saja. Contohnya adalah lukisan,musik,taman buatan, dan lain sebagainya. Lukisan, lukisan adalah suatu karya seni yang menciptakan keindahan di dalam setiap goresannya. Lukisan "monalisa" karya "leonardo da vinci" adalah salah satu karya yang terindah dari seorang seniman lukis dunia. Musik, musik salah satu contoh keindahan selanjutnya yang di ciptakan oleh manusia. Di dalam sebuah musik tersimpan lirik dan aransemen yang indah dan menawan, yang tentunya membuat penikmat musik begitu terbawa suasananya ketika mendengarkan musik.

Taman buatan, karya yang satu ini tidak dapat dipungkiri, banyak sekali taman yang dibuat oleh manusia dengan sangat indah. taman ini di manfaatkan untuk sekedar melepas penat dan bersantai manusia dari rutinitasnya. Tata taman yang indah dan cantik membuat pikiran manusia menjadi fresh kembali ketika melihat bunga-bunga bermekaran di taman tersebut yang di tata dengan indah oleh para manusia itu sendiri.

TERUSLAH BERKARYA MENCIPTAKAN KEINDAHAN LAINNYA. KARENA MANUSIA DI BERI ANUGERAH OLEH TUHAN AGAR BISA MENCIPTAKAN KEINDAHAN DI BUMI dan BUKAN MERUSAK KEINDAHAN yang TELAH DI BERIKAN OLEH-NYA.

Pergaulan Sehari-hari di Lingkungan Kampus

Indonesia adalah negara yang menganut kebudayaan bangsa timur. Pada dasarnya masyarakat daerah timur dengan contoh Indonesia, sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada di Indonesia. Pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Contohnya : Handphone, komputer, dan lain – lain.

Seharusnya budaya timur yang terkenal dengan kesopanannya dan normanya yang baik ini, dapat di contohkan di dalam pergaulan kampus. Misalnya dalam hal berpakain,tingkah laku,serta norma kesopanan yang lainnya. Seharusnya hal seperti itu tidak perlu diingatkan, karena yang berada di lingkungan kampus itu adalah para "kaum intelektual" yang seharusnya sudah bisa memilah-milah mana yang baik dan mana yang benar.

Tentunya ini tidak terlepas dari masuknya era globalisasi di Indonesia. Namun semua itu balik lagi ke pribadi masing-masing. Bagaimana seseorang dapat mencerna arti dari globalisasi dengan baik. Karena lingkungan kampus tidak hanya berisi hal-hal yang positif namun juga berisi hal-hal yang negatif dan itu tidak bisa di pungkiri. Tinggal bagaimana kita menyikapi pergaulan dengan kita sebagai bangsa timur.

 JANGAN HILANGKAN BUDAYA KITA SEBAGAI BANGSA TIMUR HANYA KARENA TUNTUTAN ZAMAN YANG SEMAKIN BERKEMBANG!!

Kamis, 08 Maret 2012

Sosial Budaya Suku Betawi



Kata Betawi digunakan untuk menyatakan suku asli yang menghuni Jakarta. Kata Betawi berasal dari kata "Batavia," yaitu nama lama Jakarta pada masa Hindia Belanda.
Pada tahun 1930, kategori orang Betawi yang sebelumnya tidak pernah ada justru muncul sebagai kategori baru dalam data sensus tahun tersebut. Jumlah orang Betawi sebanyak 778.953 jiwa dan menjadi mayoritas penduduk Batavia waktu itu.

Pengakuan terhadap adanya orang Betawi sebagai sebuah kelompok etnis dan sebagai satuan sosial dan politik dalam lingkup yang lebih luas, yakni Hindia Belanda, baru muncul pada tahun 1923, saat Husni Thamrin, tokoh masyarakat Betawi mendirikan Perkoempoelan Kaoem Betawi. Baru pada waktu itu pula segenap orang Betawi sadar mereka merupakan sebuah golongan, yakni golongan orang Betawi.

Ada juga yang berpendapat bahwa orang Betawi tidak hanya mencakup masyarakat campuran dalam benteng Batavia yang dibangun oleh Belanda tapi juga mencakup penduduk di luar benteng tersebut yang disebut masyarakat proto Betawi. Penduduk lokal di luar benteng Batavia tersebut sudah menggunakan bahasa Melayu, yang umum digunakan di Sumatera, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa nasional.


Sebagian besar Orang Betawi menganut agama Islam, tetapi yang menganut agama Kristen Protestan dan Katolik juga ada namun hanya sedikit sekali. Di antara suku Betawi yang beragama Kristen, ada yang menyatakan bahwa mereka adalah keturunan campuran antara penduduk lokal dengan bangsa Portugis. Komunitas Portugis ini sekarang masih ada dan menetap di daerah Kampung Tugu Jakarta Utara.

Sifat campur-aduk dalam dialek betawi adalah cerminan dari kebudayaan Betawi secara umum, yang merupakan hasil perkawinan berbagai macam kebudayaan, baik yang berasal dari daerah-daerah lain di Nusantara maupun kebudayaan asing. Meskipun bahasa formal yang digunakan di Jakarta adalah Bahasa Indonesia, bahasa informal atau bahasa percakapan sehari-hari adalah Bahasa Indonesia dialek Betawi. Dialek Betawi sendiri terbagi atas dua jenis, yaitu dialek Betawi tengah dan dialek Betawi pinggir. Dialek Betawi tengah umumnya berbunyi "é" sedangkan dialek Betawi pinggir adalah "a".

Dialek Betawi pusat atau tengah seringkali dianggap sebagai dialek Betawi sejati, karena berasal dari tempat bermulanya kota Jakarta, yakni daerah perkampungan Betawi di sekitar Jakarta Kota, Sawah Besar, Tugu, Cilincing, Kemayoran, Senen, Kramat, hingga batas paling selatan di Meester (Jatinegara).
Dialek Betawi pinggiran mulai dari Jatinegara ke Selatan, Condet, Jagakarsa, Depok, Rawa Belong, Ciputat hingga ke pinggir selatan hingga Jawa Barat.
Contoh penutur dialek Betawi tengah adalah Benyamin S., Ida Royani dan Aminah Cendrakasih, karena mereka memang berasal dari daerah Kemayoran dan Kramat Sentiong.
Sedangkan contoh penutur dialek Betawi pinggiran adalah Mandra dan Pak Tile. Contoh paling jelas adalah saat mereka mengucapkan kenape/kenapa'' (mengapa). Dialek Betawi tengah jelas menyebutkan "é", sedangkan Betawi pinggir bernada "a" keras mati seperti "ain" mati dalam cara baca mengaji Al Quran.


Senjata khas Jakarta adalah bendo atau golok yang bersarungkan terbuat dari kayu

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Betawi

Rabu, 07 Maret 2012

Tugas 1

1. Apa yang dimaksud dengan ilmu budaya dasar dan tujuannya ?

Ilmu Budaya Dasar adalah : Pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasa dan pengertian umum tentang konsep - konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah - masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu Budaya Dasar : Basic Humanitiesm -> The Humanities (Humanus) yang artinya Manusia Berbudaya dan halus yang berkaitan dengan nilai - nilai manusia.

Tujuan Ilmu Budaya Dasar
  Mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik menyangkut orang lain dan alam sekitarnya maupun yang menyangkut dirinya sendiri.

Untuk bisa menjangkau tujuan ILMU BUDAYA DASAR, diharapkan dapat :
1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya.
2. Mengembangkan daya kritis terhadap masalah kemanusiaan dan budaya.
3. Sebagai calon pemimpin bangsa dan negara dan ahli dibidangnya.
4. Mengusahakan wahana komunikasi.

2. Jelaskan dua pandangan yang menjelaskan unsur-unsur manusia?

              - Manusia terdiri dari 4 unsur :
                         1.Jjasad
                         2. Hayat
                         3. Ruh
                         4. Naf
      
              - Manusia sebagai suatu kepribadian mengandung tiga unsur :
                         1. Id              : Pemuas Kebutuhan
                         2. Ego           : Bagian atau struktur kepribadian yang mengatur tingkah laku
                         3. Super Ego : Struktur kepribadian yang paling akhir, yang dipengaruhi eksternal